Berikut cara membaca urutan abjad latin dalam bahasa Jerman:
a – be – ce – de – e – ef – ge – ha – i – yot – ka – el – em – en – o – pe – ku – er – es – t – u – fau – ve – x – uepsilon – tset
Mirip kan? Hanya yang berhuruf tebal saja yang berbeda. Itu pun berbeda pengucapan hurufnya, tapi bila sudah ada di dalam kata, bunyinya akan sama dengan bahasa kita.
Contoh:
Qualität – dibaca: kualitet
variabel – dibaca: fariabel
Januar – dibaca: Yanuar
Wolf – dibaca: Volf
Zebra – dibaca: Tsebra
Typ – dibaca: tüp (ü lihat penjelasan di bawah)
Tapi ada tambahan huruf lagi dalam bahasa Jerman, yaitu umlaut:
ä (a umlaut), biasa juga ditulis dengan ae
ö (o umlaut), biasa juga ditulis dengan oe
ü (u umlaut), biasa juga ditulis dengan ue
Nah ini yang susah. Susah untuk menuliskan bagaimana ketiga huruf umlaut itu dibaca. Harus mendengar dan melihat langsung. Tapi kira-kira begini:
ä – pengucapannya mirip dengan pengucapan e
ö – pengucapannya antara mengucapkan o dan u (mulutnya mancung ya…)
ü – pengucapannya antara mengucapkan u dan e (mulutnya mancung ya…)
Masih ada satu huruf lagi: ß (eszett). Ini cara membacanya gampang. Jangan panik dulu melihat bentuknya. Membacanya seperti membaca huruf s yang ‘tajam/tebal’ atau double s – ss.
Contoh: Grüßen dibaca: Gruessen.
Lalu ada lagi gabungan beberapa huruf yang sering dipakai dalam bahasa Jerman:
äu – dibaca oi/oy
ch – dibaca kh tebal
ck – dibaca k
ei – dibaca ai
eu - dibaca oi/oy
ie – dibaca i panjang
sp, st – bila diawal kata dibaca dengan s seperti syin atau sh atau sy; bila ditengah dibaca tipis seperti biasa
sch – membacanya juga seperti s pada syin atau sh atau sy.
Masih ada lagi beberapa huruf yang sering ditulis berdekatan. Tapi cara membacanya biasa saja seperti bahasa Indonesia.
Misalnya: Pf dalam Pfau (merak) dibaca Pfau seperti biasa.
Kasus lain:
– pengucapan huruf h. Bila huruf h terdapat di tengah kata, maka h ‘tidak dibaca’, tapi membaca a nya agak panjang aa.
Contoh: Mahnung – dibaca Manung.
- pengucapan huruf s.
Bila huruf s diikuti vokal, maka dibaca z.
Contoh: Sonne – dibaca Zonne
- -ig.
Bila ig terletak di akhir kata, maka dibaca ih.
Contoh: billig – dibaca billih
Sebetulnya masih ada lagi, yaitu akhiran -en, pada kata kerja bentuk dasar bahasa Jerman. Akhiran -en, ini biasanya diucapkan tak jelas.
Misalnya: machen – dibaca: mach‘n
Demikian dasar-dasar cara membaca satuan terkecil kata dalam bahasa Jerman. Mudah-mudahan tidak ada yang tertinggal.
Satu catatan: Pada kenyataan sehari-hari kerap terdengar ketakpersisan cara membaca/mengucapkan dari orang-orang native Jerman sekalipun. Hal ini dikarenakan- seperti juga pada semua bahasa di dunia- ‘pengucapan bahasa’ atau pronounciation memang bukanlah ilmu pasti. Ia dipengaruhi oleh dialek, tempat/lokasi, dan juga tingkat pendidikan.
Sebagai penutup berikut ada beberapa contoh sekedar untuk melengkapi:
- Michael Schumacher – dibaca: Mikhael Shumakher
- Winter – dibaca: Vinter
- Vogel – dibaca: Fogel
- Läufer – dibaca: Loyfer
- meine – dibaca: maine
- Europa – dibaca: Oyropa
- zurück – dibaca: tsuruek
- Biene – dibaca: Biine
- spät – dibaca: shpet
- Jaguar – dibaca: Yaguar
- Google – dibaca: Google
- Porsche – dibaca: Porsye
- Dr. Seuss – dibaca: Doktor Soyss
"Ich liebe dich"[b] artinya aku cinta kamu.
Kalimat tersebut sangat kita hapal meskipun kita sebelumnya belum pernah belajar bahasa jerman. Bahasa Jerman sangat mudah untuk dipelajari. berikut cara membaca tulisan jerman.
Cara membaca bahasa Jerman sama dengan bahasa Indonesia. Yang membedakan adalah sbb:
bentuk umlaut (ä,ü dan ö):
(ä dibaca e seperti pada kata bebek)
->contoh: (Anak perempuan) Mädchen dibaca Medchen
(ü dibaca u tapi mulut sedikit dimonyongkan)
->contoh: (Pulpen) Füller dibaca Fuuller
(ö dibaca eu seperti pada kata peuyeum)
->contoh: (Mendengar) Hören dibaca Heuren
bentuk lain:
->eu dibaca oi contoh: (mata uang) Euro dibaca Oiro
->ei dibaca ai contoh: (Polisi) Polizei dibaca Policsai
->z dibaca seperti c dan s contoh: (Kereta Api) Zug dibaca Csug
->j dibaca y contoh: (anak kecil cowok) Junge dibaca Yunge
Sangat mudah membaca lafal kata dalam bahasa Jerman, karena kebanyakan lafalnya mirip dengan bahasa Indonesia. Asal tertib memakai aturan2 di atas, kita sudah bisa sukses bicara dengan lafal yang benar. Jika dibandingkan dengan bahasa Inggris, lafal bahasa Jerman lebih bersahabat
bentuk umlaut (ä,ü dan ö):
(ä dibaca e seperti pada kata bebek)
->contoh: (Anak perempuan) Mädchen dibaca Medchen
(ü dibaca u tapi mulut sedikit dimonyongkan)
->contoh: (Pulpen) Füller dibaca Fuuller
(ö dibaca eu seperti pada kata peuyeum)
->contoh: (Mendengar) Hören dibaca Heuren
bentuk lain:
->eu dibaca oi contoh: (mata uang) Euro dibaca Oiro
->ei dibaca ai contoh: (Polisi) Polizei dibaca Policsai
->z dibaca seperti c dan s contoh: (Kereta Api) Zug dibaca Csug
->j dibaca y contoh: (anak kecil cowok).
Präteritum (Kata kerja bentuk Lampau).
2 comments
Das Präteritum digunakan untuk membicarakan suatu kejadian di waktu lampau (hampir sama dengan bentuk “Perpekt”), perbedaannya bentuk “Präteritum” lebih banyak digunakan dalam penulisan artikel seperti pada buku, koran, majalah dll sedangkan bentuk “Perpekt” digunakan membicarakan suatu kejadian di waktu lampau dalam percakapan sehari-hari.
MONTREAL – Martina Hingis’ dritter Final seit ihrem Comeback ging völlig in die Hose: 2:6, 3:6 in nur 59 Minuten gegen die Serbin Ana Ivanovic (WTA 17). Im Final geriet Hingis schnell 1:4 in Rückstand und gab den ersten Satz nach knapp 25 Minuten und dem zweiten Break ab. Den zweiten Durchgang vermochte sie bis zum 3:3 ausgeglichen zu halten, bevor Ivanovic der Schweizerin doch noch zweimal den Aufschlag (zum 3:4 und 3:6) abnahm. In den Games zuvor hatte die Serbin zwei Breakchancen noch vergeben.
Ivanovic feierte gegen die frühere Weltnummer 1 ihren grössten Karriere-Erfolg. “Ich kann es noch gar nicht glauben. Es war eine unglaubliche Woche”, so die erst 19-jährige Serbin, die den zweiten Turniersieg realisierte. Im Januar 2005 hatte sie in Canberra (Au) triumphiert.
Konjugasi kata kerja Infinitiv dalam kalimat bentuk sekarang dapat dikategorikan sebagai berikut :
A. Regelmäßige (kata kerja beraturan) und schwache Verben (kata kerja lemah)
1. Konjugasi kata kerja Infinitiv beraturan (regelmässige Verben) atau lemah (Schwache Verben) secara umum.
Subjekt lernen suchen spielen Endung
ich lernte suchte spielte te
du lerntest suchtest spieltest test
er,sie,es lernte suchte spielte te
wir lernten suchten spielten ten
ihr lerntet suchtet spieltet tet
sie/Sie lernten suchten spielten ten
2. Konjugasi kata kerja Infinitiv beraturan (regelmässige Verben) yang berakhiran dengan (“t,d,m,n”).
Subjekt arbeiten atmen gründen rechnen Endung
ich arbeitete atmete gründete rechnete ete
du arbeitetest atmetest gründetest rechnetest etest
er,sie,es arbeitete atmete gründete rechnete ete
wir arbeiteten atmeten gründeten rechneten eten
ihr arbeitetet atmetet gründetet rechnetet etet
sie/Sie arbeiteten atmeten gründeten rechneten eten
Melihat contoh tersebut diatas, maka dapat disimpulkan bahwa “Präteritum” dibentuk dengan menyisipkan “t” atau “et” antara Verbstamm dan Verbendung.
Bentuk kata kerja Präteritum untuk orang I tunggal (ich) dan orang III tunggal (er,sie,es) selalu sama. Sedangkan kata kerja Infinitiv yang berakhiran dengan “t,d” akan mendapatkan penambahan “e” antara Stamm dan Endung untuk memudahkan dalam pengucapan. Lihat tabel diatas.
B. Unregelmäßige (kata kerja tidak beraturan) dan starke Verben (kata kerja kuat)
1. Konjugasi kata kerja Infinitiv tidak beraturan dan kata kerja kuat secara umum.
Subjekt gehen Endung
ich ging -
du gingst st
er,sie,es ging -
wir gingen en
ihr gingt t
sie/Sie gingen en
2. Konjugasi kata kerja Infinitiv tidak beraturan yang berakhiran dengan “t,d”.
Subjekt bitten finden Endung
ich bat fand -
du batst fandst st
er,sie,es bat fand -
wir baten fanden en
ihr batet fandet et
sie/Sie baten fanden en
3. Konjugasi kata kerja Infinitiv tidak beraturan yang berakhiran dengan “s, ss(ß)”.
Subjekt lesen vergeßen Endung
ich las vergaß -
du last/
lasest vergaß/
vergaßest st/est
er,sie,es las vergaß -
wir lasen vergaßen en
ihr last vergaßt t
sie/Sie lasen vergaßen en
Setelah melihat konjugasi kata kerja Infinitiv unregelmäßige dan starke Verben di atas dalam bentuk Präteritum, maka dapat disimpulkan bahwa bentuk Präteritum akan mengalami perubahan pada Stammvokalnya. Sehingga bentuk Präteritum kata kerja kuat dan kata kerja tak beraturan sebaiknya dihafalkan. Berikut tip yang dapat menjadi pedoman dalam membentuk kata kerja bentuk lampau tetapi tidak berlaku mutlak :
Stammvokal Infinitiv Präsens Präsens Stammvokal Infinitiv Präteritum Präteritum
-e/-i geben / sitzen -a gab /saß
-a/-ei halten / schreiben -ie hielt /schrieb
-ie verlieren / ziehen -o verloren / zog
Seperti halnya dengan Präteritum kata kerja lemah dan beraturan untuk Subyek orang I tunggal (ich) dan orang III tunggal (er,sie,es) tetap sama dan tidak mengalami perubahan. Tetapi untuk bentuk Subyek lainnya akan mengalami perubahan (lihat tabel 1 dan 2) sedangkan untuk kata kerja kuat dan tidak beraturan yang berakhiran “t,d, s, ß(ss) akan mengalami perubahan yaitu dengan menambahkan “e” diantara Stamm dan Endung, hal tersebut berlaku untuk orang kedua tunggal dan jamak serta subyek bentuk hormat (Sie). (lihat tabel 3).
C. Konjugasi kata kerja Infinitiv lainnya (bentuk campuran)
Selain bentuk kata kerja Präteritum diatas, terdapat beberapa kata kerja yang memiliki ciri-ciri sebagai kata kerja lemah dan kuat dalam bentuk Präteritum dan Partizip Perpekt.
Infinitiv Präsens Präteritum Perpekt
bringen er bringt er brachte er hat gebracht
denken er denkt er dachte er hat gedacht
dürfen er darf er durfte er hat gedurft
können er kann er konnte er hat gekonnt
müssen er muss er musste er hat gemusst
nennen er nennt er nannte er hat genannt
rennen er rennt er rannte er hat gerannt
senden er sendet er sandte er hat gesandt
sollen er soll er sollte er hat gesollt
wenden er wendet er wand(e)te er hat gewandt
wissen er weiss er wußte er hat gewußtt
wollen er will er wollte er hat gewwollt
Melihat tabel diatas, maka dapat disimpulkan bahwa“denken” memiliki ciri-ciri kata kerja lemah, sebab antara Stamm dan Endung mendapat penambahan “t” = dach-t-e, pada bentuk Partizip Perpekt mendapat akhiran “t” = gedach-t. Sedangkan kata kerja kuat ciri-cirinya dapat ditandai dengan adanya perubahan pada “Stammvokalnya”
D. Konjugasi kata kerja Infinitiv “sein” , “haben” dan “werden” dalam bentuk Präteritum.
Subjekt sein haben werden
ich war hatte wurde
du warst hattest wurdest
er,sie,es war hatte wurde
wir waren hatten wurden
ihr wart hattet wurdet
sie/Sie waren hatten wurden
die Präposition –
Kata depan Agustus 20, 2006
Posted by Bahasa Jerman in Präposition -
Kata depan.
3 comments
über, in, durch, zu, mit, an usw.
Kata tersebut diatas merupakan salah satu contoh dari kata depan. Kata depan bahasa Jerman digunakan untuk mnghubungkan kata-kata dan grup kata dengan yang lainnya seperi kata benda atau kata ganti. Kegunaan dari kata depan dalam kalimat yaitu menggambarkan tempat (local), waktu(temporal), cara(modal), dan sebab(kausal).
• Mein Buch liegt auf dem Tisch. (local-tempat)
• Er ist seit einer Woche krank. (temporal-waktu)
• Ich fahre oft mit dem Auto zur Arbeit. (modal-cara)
• Wegen des schlechten Wetters had das WM 2006 nicht stattgefunden. (kausal-sebab)
Posisi kata depan dalam suatu kalimat yaitu terletak di depan kata benda atau kata ganti, namun ada juga bebrapa kata depan yang dapat diletakan dibelakang kata benda atau kata ganti seperti kata depan (gegenüber, entlang, nach).
• Rudi fährt nach Italien. (sebelum kata benda)
• Ich komme später zu dir. (sebelum kata ganti)
• Gehen Sie bitte nach links. (sebelum kata keterangan)
Secara garis besar kata depan terbagi atas :
• Kata depan yang diikuti oleh Akkusativ (für, ohne, um, gegen usw).
• Kata depan yang diikuti oleh Dativ (mit, zu, bei, aus usw).
• Kata depan yang diikuti oleh Akkusativ dan Dativ (in, neben, unter, auf usw).
• Kata depan yang diikuti oleh Genitiv (wegen, während, oberhalb, unterhalb usw).
Selain itu kata depan juga dapat digabungkan dengan bestimmten artikel seperti :
• am = an dem
• ans = an das
• aufs = auf das
• beim = bei dem
• durchs = durch das
• fürs = für das
• im = in dem
• ins = in das
• ums = um das
• vom = von dem
• zum = zu dem
• zur = zu der
der Schmuck –
Kosa kata.
add a comment
das Nomen
singular plural indonesisch
das Armband die Armbänder gelang
die Armbanduhr die Armbanduhren jam tangan
der Armreif die Armreifen gelang
der Anhänger die Anhänger liontin
die Brosche die Broschen bros
das Gold - emas
der Diamant die Diamanten berlian
die Kette die Ketten rantai, kalung
der Fingerring die Fingerringe cincin
die Halskette die Halsketten kalung
die Koralle die Korallen batu koral
das Kristall die Kristalle kristal
der Modeschmuck die Modeschmucke perhiasan imitasi
der Ohrring die Ohrringe anting-anting
der Ohrstecker die Ohrstecker giwang
die Perle die Perlen mutiara
das Piercing - piersing
das Bauchpiercing - piersing perut
der Ring die Ringe cincin
das Silber - perak
der Türkis die Türkise pirus
der Wecker die Wecker weker
das Adjecktiv
adjektiv komparativ superlativ indonesisch
echt echter am echtesten asli, murni
vergoldet - - berlapis emas
versilbert - - berlapis perak