BAB 1
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Simalakama adalah tanaman perdu yang tingginya sekitar 3-4 m. Simalakama juga banyak disebut dengan buah mahkota dewa. Pohonnya terdiri dari: batang yang bergetah terdiri dari kulit dan kayu. Warna kulit batang cokelat kehijauan, sedangkan batang kayu berwarna putih. Sementara bagian tanaman yang paling bawah adalah akarnya yang berupa akar tunggang. Sepintas daun Simalakama mirip dengan daun jambu air mawar. Perbedaannya, daun Simalakama lebih ramping dan berstektur lebih jelas. Daun berbentuk lonjong, langsing, memanjang dan ujungnya lancip permukaan daun licin dan tidak berbulu. Simalakama memiliki berbagai nama lain untuk nama ilmiahnya adalah Phaleria macrocarpa (scheff) boerl, untuk nama daerahnya adalah Makuto Dewo, Makuto Rojo, Makuto Ratu (Jateng), dan Raja Obat (Banten), sedangkan untuk nama asingnya adalah Pau (Cina), Crown Of God (Inggris). Buah Simalakama memiliki ukuran yang bervariasi, mulai dari sebesar bola pingpong dengan diameter 3 cm hingga sebesar apel dengan diameter 6 cm. Warna kulit buah saat masih muda hijau, setelah tua berwarna merah. Semakin tua, warna kulit buah semakin bertambah gelap. Sementara daging buahnya berwarna putih dan berasa sepat dan juga bijinya beracun jika di makan. Simalakama berasal dari daerah Papua karena dilihat dari sinonim kata ilmiahnya yaitu P. papuana Warb. Var. Wichnanni (Val.) Back. Dan buah Simalakama ini sudah banyak dikembangkan di daerah asalnya dan masih jarang ditemukan budi daya buah ini di daerah lain.
B. RUMUSAN MASALAH
1. Apakah buah simalakama dapat menyembuhkan Penyakit Psoriasis ?
2. Seberapa besar minat masyarakat, dapat menggunakan buah simalakama dijadikan obat alternatif penyakit psoriasis akibat perubahan iklim !
C. TUJUAN PENELITIAN
1. Mengetahui kandungan zat-zat dari buah Simalakama
2. Mengetahui cara penggunaan buah Simalakama dari bagian kandungannya.
3. Memanfaatkan buah simalakama sebagai obat alternatif psorios akibat perubahan iklim
4. Mengetahui macam-macam penyakit psoriosis
D. MANFAAT PENELITIAN
1. Memberikan sumbangsih pada dunia pengobatan khususnya pengobatan tradisional.
2. Memperkenalkan buah Simalakama kepada khalayak, karena minimnya khalayak yang mengetahui ciri fisik dari buah ini mulai dari akar, batang, daun, dan buahnya.
3. Dapat digunakan sebagai pengobatan yang murah meriah dan mudah peracikannya.
4. Mengajarkan untuk membudidayakan tanaman obat.
E. ASUMSI PENELITIAN
1. Buah ini mungkin akan lebih efektif digunakan sebagai obat dari penyakit psoriosis akibat perubahan iklim.
2. Apabila biji dari buah simalakama ini diolah secara efektif akan menghilangkan efek racun yang berada pada buah tersebut.
3. Jika tanaman buah Simalakama ini di budidayakan secara intensif dan terawat secara benar bisa juga ini jalan sebagai profesi baru kecuali profesi dari daerah asalnya.
4. Buah muda dari Simalakama mungkin juga dapat dimanfaatkan sebagai ramuan obat tradisional.
F. RUANG LINGKUP/BATASAN MASALAH
1. Pembahasan hanya terbatas pada masalah penyakit psoriosis utamanya.
2. Penilitian dibatasi pada bagian dari buah Simalakama yang berguna sebagai pengobatan penyakit Psoriasis akibat perubahan iklim
3. Daging buah Simalakama diutamakan dalam penelitian ini.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Tinjauan Teori
1. Simalakama
Nama Lokal :
Nama ilmiah : Phaleria marcocarpa (schoff) boerl. Phaleria papuana. Phaleriae Fructus
Nama daerah : Simalakama (Melayu), makuta dewa, makuto mewo, makuto ratu, makuto rojo (Jawa).
Nama asing : pau (cina), crown of god (inggris)
Deskripsi:
Simalakama bisa ditemukan ditanam di pekarangan sebagai tanaman hias atau di kebun-kebun sebagai tanaman peneduh. Asal tanaman Simalakama masih belum diketahui. Menilik nama botaninya Phaleria papuana, banyak orang yang memperkirakan tanaman ini populasi aslinya dari tanah Papua, Irian Jaya. Di sana memang bisa ditemukan tanaman ini. Simalakama tumbuh subur di tanah yang gembur dan subur pada ketinggian 10-1.200 m dpl. Perdu menahun ini tumbuh tegak dengan tinggi 1-2,5 m. Batangnya bulat, permukaannya kasar, warnanya cokelat, berkayu dan bergetah, percabangan simpodial. Daun tunggal, letaknya berhadapan, bertangkai pendek, bentuknya lanset atau jorong, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, pertulangan menyirip, permukaan licin, warnanya hijau tua, panjang 7-10 cm, lebar 2-5 cm. Bunga keluar sepanjang tahun, letaknya tersebar di batang atau ketiak daun, bentuk tabung, berukuran kecil, berwarna putih, dan harum. Buah bentuknya bulat, diameter 3-5 cm, permukaan licin, beralur, ketika muda warnanya hijau dan merah setelah masak. Daging buah berwarna putih, berserat, dan berair. Biji bulat, keras, berwarna cokelat. Berakar tunggang dan berwarna kuning kecokelatan. Perbanyakan dengan cangkok dan bijinya.
2. Psoriasis
Psoriasis ialah sejenis penyakit kulit yang penderitanya mengalami proses pergantian kulit yang terlalu cepat. Kemunculan penyakit ini terkadang untuk jangka waktu lama atau timbul/hilang, penyakit ini secara klinis sifatnya tidak mengancam jiwa, tidak menular tetapi karena timbulnya dapat terjadi pada bagian tubuh mana saja sehingga dapat menurunkan kualitas hidup serta menggangu kekuatan mental seseorang bila tidak dirawat dengan baik.
Berbeda dengan pergantian kulit pada manusia normal yang biasanya berlangsung selama tiga sampai empat minggu, proses pergantian kulit pada penderita psoriasis berlangsung secara cepat yaitu sekitar 2–4 hari, (bahkan bisa terjadi lebih cepat) pergantian sel kulit yang banyak dan menebal.
Sampai saat ini penyakit Psoriasis belum diketahui penyebabnya secara pasti, sehingga belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan secara total penyakit Psoriasis. Namun dimungkinkan secara kuat disebabkab karena efek perubahan iklim.
Berdasarkan penelitian para dokter, ada beberapa hal yang diperkirakan dapat memicu timbulnya Psoriasis, antara lain adalah :
a. Garukan/gesekan dan tekanan yang berulang-ulang , misalnya pada saat gatal digaruk terlalu kuat atau penekanan anggota tubuh terlalu sering pada saat beraktivitas. Bila Psoriasis sudah muncul dan kemudian digaruk/dikorek, maka akan mengakibatkan kulit bertambah tebal.
b. Obat telan tertentu antara lain obat anti hipertensi dan antibiotik.
c. Karena pengaruh perubahan iklim
d. Mengoleskan obat terlalu keras bagi kulit.
e. Emosi tak terkendali.
f. Sedang mengalami infeksi saluran nafas bagian atas, yang keluhannya dapat berupa demam nyeri menelan, batuk dan beberapa infeksi lainnya.
g. Makanan berkalori sangat tinggi sehingga badan terasa panas dan kulit menjadi merah , misalnya mengandung alcohol.
Sampai saat ini belum dapat diketahui secara pasti penyebab penyakit ini, oleh karena itu belum ditemukan secara pasti cara atau obat untuk menyembuhkan penyakit kulit ini secara sempurna, namun penderita Psoriasis suatu saat dapat menjadi mulus karena siklus kekacauan pergiliran sel kulit ini kadang-kadang menjadi normal atau dapat di atasi dengan obat; masa ini dikenal sebagai masa remisi. Untuk mencapai keadaan remisi itu diperlukan kerjasama yang baik antara pasien dengan dokter yang merawat.
Psoriasis belum dapat disembuhkan artinya belum ada penderita yang 100% terbebas dari penyakit ini , pengobatan yang ada hanya untuk menekan gejala Psoriasis ini, memperbaiki keadaan kulit, mengurangi rasa gatalnya. Penderita Psoriasis tidak bisa berhenti dari pengobatan, ada pengobatan lanjutan sebagai pemeliharaan yang diberikan dalam jangka waktu lama untuk mempertahankan kondisi dan juga untuk mengontrol timbulnya kelainan kulit yang baru.
Kulit penderita Psoriasis awalnya tampak seperti bintik merah yang makin melebar dan ditumbuhi sisik lebar putih berlapis-lapis. Tumbuhnya tidak selalu di seluruh bagian kulit tubuh kadang-kadang hanya timbul pada tempat-tempat tertentu saja, karena pergiliran sel–sel kulit bagian lainnya berjalan normal. Psoriasis pada kulit kepala dapat menyerupai ketombe, sedangkan pada lempeng kuku tampang lubang-lubang kecil rapuh atau keruh. Penyakit Psoriasis dapat disertai dengan / tanpa rasa gatal . Kulit dapat membaik seperti kulit normal lainnya setelah warna kemerahan , putih atau kehitaman bekas Psoriasis. Pada beberapa jenis Psoriasis, komplikasi yang diakibatkan dapat menjadi serius, seperti pada Psoriasis artropi yaitu Psoriasis yang menyerang sendi, Psoriasis bernanah (Psoriasis Postulosa) dan terakhir seluruh kulit akan menjadi merah disertai badan menggigil (Eritoderma)
Pengobatan Psoriasis biasanya dilakukan dengan berbagai cara mulai dengan salep oles (topical), obat telan (sistemik) maupun dengan penyinaran menggunakan sinar UVB. Baik pengobatan salep maupun penyinaran hanya membantu meredam penyakit tersebut dan tidak menyembuhkan sama sekali, sehingga sewaktu-waktu penyakit ini dapat timbul kembali.
Saat ini hanya ada beberapa rumah sakit di Indonesia yang menyediakan pengobatan melalui penyinaran UVB ini, karena besarnya biaya yang diperlukan untuk menyediakan peralatan tersebut.
Psoriasis memang tidak membahayakan jiwa, namun pengobatan minum dengan tidak terkontrol oleh dokter dapat mengakibatkan rusaknya organ dalam yang bisa membahayakan jiwa penderita.
Jenis-Jenis Psoriasis :
a. Psoriasis Guttate
b. Psoriasis Kuku
c. Psoriasis Plak
d. Psoriasis Inverse
e. Psoriasis Eritrodermi
f. Psoriasis Artristis
g. Psoriasis Scalp
h. Psoriasis Pustular
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Rancangan Penelitian
Penelitian terhadap buah Simalakama dilakukan secara bertahap yang meliputi kulit buah, daging buah, serta biji buah yang akan di Laboraturium SMA egeri 1 Kraksaan , dan masing-masing kandungan dari buah simalakam tersebut akan diujicobakan terhadap orang yang terkena/ terjangkit penyakit psoriasis.
Dalam hal ini akan diujicobakan dalam beberapa hari, dengan menggunakan ramuan buah simalakama, sehingga buah simalakama tersebut mudah digunakan dalam uji coba pengobatan yang akan dilakukan.
A.1. Waktu dan Tempat
1. Waktu Meneliti Kandungan Buah Simalakama
Hari : Sabtu
Tanggal : 25 November 2006
Tempat : Laboraturium SMA Negeri 1 Kraksaan
2. Percobaan I terhadap pasien Psoriasis
Hari : Jum’at
Tanggal : 01 desember 2006
3. Percobaan II
Hari : Sabtu
Tanggal : 02 Desember 2006
4. Percobaan III
Hari : Minggu
Tanggal : 03 Desember 2006
5. Percobaan IV (setelah 3 berikutnya )
Hari : Rabu
Tanggal : 06 Desember 2006
6. Percobaan V (setelah satu minggu berikutnya )
Hari : Rabu
Tanggal : 13 Desember 2006
7. Percobaan VI ( Pengamatan setelah dua minggu berikutnya )
Hari : Rabu
Tanggal : 27 Desember 2006
B. Populasi dan Sampel
B.1. Populasi
Sebagai populasi dalam penelitian ini adalah lapisa masyarakat yang heterogen yang meliputi :
1. Masyarakat Desa, yaitu desa Bulu dan desa Alas Sumur
2. Masyarakat Kota, yaitu Kelurahan Patokan dan kelurahan Sidomukti
3. masyarakat Pesisir, yaitu desa kalibuntu dan desa Asembagus
B.2. Sampel
Sebagai sampel dalam penelitian ini adalah orang yang terkena penyakit psoriasis akibat pengaruh perubahan iklim dari berbagai lapisan msyarakat tersebut dengan dibantu oleh dua orang dari masing-masing desa. Secara rinci dapat dinyatakan dengan tabel berikut :
No Nama Alamat Umur L/P Letak Ket.
1 Sumarso Bulu 40 th L Lengan Desa
2 Nabiyah Alas Sumur 12 th P Kuku Desa
3 Putra Patokan 18 th L Leher Kota
4 Mella Sidomukti 31 th P Tangan Kota
5 Yuni Kalibuntu 8 th P Punggung Pesisir
6 Kholiq Asem Bagus 61 th L Dada Pesisie
C. Alat dan Bahan
C.1. Alat
1. Pisau
2. Papan Kayu
3. Wadah ( mangkok )
4. Alat Tumbuk
5. Kompor
6. Cobek
7. Saringan
8. Sendok
9. Gelas
10. Gelas Ukur
C.2. Bahan
Buah Simalakama ( Phaleria Macrocarpa )
D. Pengumpulan Data
Pengumpulan data dalam penelitian dilakukan dengan dua cara, yaitu ;
1. Dari hasil penelitian di Laboraturium SMA Negeri 1 Kraksaan terhadap buah Simalakama ( Phaleria Macrocarpa )
2. Uji coba pengobatan terhadap pasien penyakit psoriasis
E. Analisis Data
Setelah data terkumpul, maka langkah selanjutnya adalah menganalisis data dengan cara melihat perkembangan penyakit pasien yang telah yang telah menggunakan ramuan buah simalakama baik berupa obat minum (jamu) maupun berupa obat serbuk terhadap kulit yang terjangkit penyakit psoriasis tersebut.
Langkah ini memerlukan waktu selama 27 hari, yaitu dengan rincian sebagai berikut :
a. Tiga hari pertama dilakukan pengobatan secara berturut sambil mencatat perkembangan pasien,
b. Tiga hari berikutnya, dilakukan pengobatan lagi, dengan mencatat hasil perkembangannya.
c. Langkah berikutnya dilakukan setelah satu minggu berikutnya, dengan mencatat hasilnya.
d. Setelah dua minggu, maka dilakukan pengamatan secara seksama terhadap pasien ( relawan ) terhadap penyakit kulit yang dideritanya.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Uji Laboratorium buah Simalakama
Setelah dilakukan uji laboratorium terhadap buah Simalakama
Hari : Sabtu
Tanggal : 25 November 2006
Tempat : SMAN 1 KRAKSAAN
Banyaknya : 1 gram
Diperoleh hasil sebagai berikut :
Tabel hasil Uji laboratorium
No Nama Kandungan Banyaknya ( % ) Ket
1 Alkaloid 65 %
2 Saponim 25 %
3 Flavanoid 8 %
4 Polifenol 2 %
Dari kandungan di atas,dapat dijelaskan bahwa :
1.Alkaloid berfungsi sebagai :
Detoksifikasi yang dapat menetralisis racun –racun dalam tubuh
2. Saponim berfungsi sebagai :
a. Sumber anti bakteri dan anti virus
b. Dapat meningkatkan sistim kekebalan tubuh
c. Dapat meningkatkan vitalitas atau meningkatkan semangat hidup
d. Mengurangi kadar gula dalam darah ( diabetes )
e. Dapat mengurangi penggumpalan darah yang nantinya menimbulkan penyakit kulit seperti halnya psoriosis
3. Flavanoid , salah satu manfaat kandungan ini antara lain :
a. Melancarkan peredaran darah ke seleruh tubuh dan mencegah penyumbatan pada pembuluh darah
b. Mengurangi kandungan kolesterol serta mengurangi penimbuan lemak pada dinding pembuluh darah
c. Mengurangi kadar resiko penyakit jantung koroner
d. Mengandung anti inflamasi atau anti radang tenggorokan
e. Sebagai anti oksidan
f. Membantu mengurangi rasa sakit bila terjadi pendarahan atau pembengkakan
4. Polifenol,salah satu manfaatnya adalah sebagai beikut :
a. Berfungsi sebagai anti histamine ( anti alergi )
b. Berfungsi menghilangkan bakteri atau virus yang terdapat pada kulit
c. Dapat mempelancarkan proses ekskresi (pembuangan hasil metabolisme lewat pori – pori kulit )
Pada penelitian ini akan mengoptimalkan kandungan – kandungan yang tedapat pada buah Simalakama.Terutama Kandungan Saponim dan Polifenol.Dimana kedua kandungan ini bermanfaat untuk mencegah dan sebagai pengobatan jenis penyakit kulit termasuk psoriosis.
Cara pengobatan penyakit psoriosis dengan memanfaatkan kandungan buah Simalakama melalui dua cara,yaitu :
a. Cara pertama :
Pengobatan dari dalam, yaitu dengan cara minum jamu yang diracik dari buah simalakama
b. Cara kedua, prosesnya dari luar, yaitu dengan cara :
1. Kulit buah dan daging buah Simalakama ditumbuk dalam keadaan basah,setelah ditumbuk oleskan pada bagian yang sakit
2. Selain dioleskan pada bagian yang sakit,dapat pula dijadikan bedak.Awalnya kulit buah dan daging buah diiris kemudian dijemur sampai kering dan ditumbuk hingga berubah menjadi serbuk yang kemudian dijadikan bedak.
Cara penggunaan : ditaburkan pada kulit yang sakit.
B. WAWANCARA
Dari hasil wawancara yang dilakukan terhadap 30 responden di Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo dapat dinyatakan sebagai berikut :
Beberapa responden masih banyak yang belum mengetahui apa buah simalakama dan bagaimana manfaat buah tersebut.Masyarakat lebih mengenal buah simalakama dengan sebutan Mahkota Dewa. Keberadaannya pun sulit diketahui sampai sekarang. Sebenarnya Simalakama dapat digunakan sebagai obat alternatif psoriosis. Dan kebanyakan orang yang terkena psoriosis di bagian lengan, punggung dan dada. Serta yang sering terkena psoriosis adalah orang yang sudah lansia ( lanjut usia ) karena daya tahan tubuh mereka sangat renta terhadap penyakit. Selain itu sulitnya keberadaan buah simalakama yang menyebabkan minimnya pengetahuan masyarakat terhadap manfaat buah simalakama.
Sekitar 87,5 % masyarakat berminat untuk mencoba buah simalakama tesebut menjadi obat alternatif psoriosis, tapi 12,5 % masyarakat masih meragukan khasiat buah Simalakama,dengan alasan mereka tidak tahu apa sebenernya buah simalakama dan bagaimana pula manfaatnya. Sehingga dengan melihatnya banyaknya minat masyarakat yang cukup tinggi yaitu 87,5 % maka sangatlah mungkin untuk membudidayakan buah simalakama dan memanfaatkan buah tersebut sebagai obat alternatif psoriosis akibat perubahan iklim
C. PERCOBAAN
1. Percobaab I ( Hasil Percobaan pada hari pertama ) :
Hari : Jumat
Tanggal : 01 Desember 2006
Tempat : Di rumah setiap pasien
Pasien Hasil / Data
1 Lengan kiri memerah dan terdapat bintik – bintik merah
2 Kuku berlubang kecil dan rapuh
3 Leher bersisik putih
4 Pergelangan tangan merah tanpa ada sisik
5 Punggung bersisik putih dan berbintik merah
6 Dada besisik putih dan berbintik merah
2. Percobaan II ( Hasil Percobaan pada hari kedua ) :
Hari : Sabtu
Tanggal : 02 Desember 2006
Tempat : Di rumah setiap pasien
Pasien Hasil / Data
1 Lengan kiri memerah dan terdapat bintik – bintik merah
2 Kuku berlubang kecil dan rapuh
3 Leher bersisik putih
4 Pergelangan tangan merah tanpa ada sisik
5 Punggung bersisik putih dan berbintik merah
6 Dada besisik putih dan berbintik merah
Percobaan kedua dilakukan masih belum terdapat perkembangan .
3. Percobaan III ( Hasil percobaan yang dilakukan pada hari ketiga ) :
Hari : Minggu
Tanggal : 03 Desember 2006
Tempat : Dirumah setiap pasien
Pasien Hasil / Data
1 Bintik merah pada lengan kiri mulai berkurang dan masih terdapat sisik seperti kondisi awal
2 Pertumbuhan kuku yang baru dalam kondisi normal
3 Sisik sebagian besar mulai berkurang
4 Pergelangan tangan memerah dengan sedikit sisik
5 Bintik merah dipunggung masih terdapat bintik merah
6 Bintik merah pada dada mulai berkurang dan sisik masih tetap seperti kondisi awal
Dari hasil percobaan yang ketiga dilakukan,pada hari ketiga mulai terdapat perkembangan pada pasien,yakni pada pasien ketiga dengan berkurangnya sisik putih disekitar leher
4. Percobaan IV, percobaan yang dilakukan pada 3 hari kemudian :
Hari : Rabu
Tanggal : 06 Desber 2006
Tempat : Dirumah setiap pasien
Pasien Hasil / Data
1 Bintik merah sebagaian besar berkurang dan sisik sedikit berkurang
2 Bagian kuku yang terkena psoriosis mulai hilang
3 sisik yang ada tinggal sedikit
4 Pergelangan tangan berangsur-angsur membaik hanya tinggal sisik
5 Sisik putih berkurang dan bintik merah masih tetap
6 Bintik merah dan sisik putih juga mulai membaik
Dari hasil percobaan yang keempat dilakukan setelah tiga hari kemudian,ternyata seluruh pasien menunjukkan adanya perkembangan meskipun tidak signifikan.
5. Percobaan V ( Hasil percobaan yang dilakukan 1 minggu kemudian )
Hari : Rabu
Tanggal : 13 Desember 2006
Tempat : Di rumah setiap pasien
Pasien Hasil / Data
1 Bintik merah menghilang dan sisik sebagaian besar berkurang
2 Bagian kuku telah sembuh namun masih dalam pengawasan
3 Sedikit demi sedikit sisik mulai berkurang
4 Bintik merah pada pergelangan mulai menghilang begitu juga dengan keadaan sisiknya
5 Bintik merah menghilang dan keadaan sisiknya semakin membaik
6 Sisik putih mulai menghilang dan bintik merah masih tetap
Dari percobaan kelima yang dilakukan pada 1 minggu kemudian ternyata pasien yang menderita penyakit psoriosis keadaannya berangsur-angsur mulai membaik,namun masih belum sembuh total.
6. Percobaan VI ( Hasil percobaan yang dilakukan 2 minggu kemudian) :
Hari : Rabu
Tanggal : 27 Desember 2006
Tempat : Di rumah setiap pasien
Pasien Hasil / Data
1 Bintik merah dan sisik mulai menghilang namun masih meninggalkan bekas
2 Bagian kuku sembuh total tanpa meninggalkan bekas
3 Tidak terdapat sisik sama sekali
4 Bintik merah pada pergelangan tangan mulai tidak tampak dan keadaan sisiknya pun mulai menghilang
5 Hanya tinggal sisik yang ada
6 Sisik nya pun mulai menghilang namun bintik merah pada dada semakin banyak
Dari percobaan keenam yang dilakukan pada 2 minggu kemudian,ternyata keadaan beberapa pasien ada yang sembuh dan ada juga yang keadaannya mulai memburuk yaitu pada pasien no.6
Dari hasil penelitian ini (Uji Laboratorium, Wawancara, dan Percobaan) dapat kami katakan bahwa sangat mungkin buah simalakama dapat dijadikan obat alternatif psoriosis akibat perubahan iklim dengan catatan sebagai berikut :
1. Adanya pembudidayakan buah Simalakama (Phaleria marcocar) yang dapat menghasilkan suatu produk,misalnya salep,bedak yang dibuat secara baik dan professional.
2. Adanya perhatian pemerintah yang serius dalam usaha Budidaya buah Simalakama tersebut.
3. Melakukan sosialisasi dan memberikan informasi tentang manfaat buah Simalakama.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. KESIMPULAN
Dari hasil penelitian,maka dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut :
1. Buah Simalakama ternyata dapat menyembuhkan penyakit psoriosis dengan memanfaatkan kulit dan daging buah simalakama.Dibuktikan pada uji coba pada pasien ke 2,mulai uji coba hari pertama sampai pada minggu ke 2 si pasien selalu menunjukkan adanya perkembangan positif penyakit psoriosis ke arah sembuh ( sehat )
2. Minat masyarakat terhadap pemanfaatan buah Simalakama (Phaleria Marcocarpa ) sebagai obat alternatif penyakit psorisis sebesar 87,5 % sedangkan sisanya 12,5 % masyarakat tidak berminat mencoba pemanfaatan buah Simalakama tersebut ( Phaleria Marcocarpa) dengan alasan mereka masih ragu – ragu tentang manfaat buah tersebut.
3. Pasien psoriosis rata – rata terkena dibagian lengan,punggung dan dada. Dan kebanyakan pasien penyakit psoriosis berasal dari daerah pesisir karena faktor lingkungan yang tidak memadai dan faktor iklim yang selalu dekat dengan laut
B. SARAN
Karena ini adalah penelitian awal, maka penulis menyarankan agar diadakannya penelitian lebih lanjut baik menyangkut potensi, pemanfaatan, maupun budidaya pohon simalakama tersebut.
Buah Simalakama ( Phaleria Marcocarpa ) pada akhirnya dapat digunakan sebagai obat alternatif penyakit psoriasis pengaruh perubahan iklim sehingga nantinya dapat menciptakan lapangan kerja yang baru