Pernahkah kalian mendengar istilah “Hobit”? Tahukah kalian bahwa Hobit telah ditemukan di Indonesia? Hobit adalah manusia kerdil yang diperkirakan hidup 13 ribu tahun yang lalu. Pada tahun 2003 telah ditemukan fosil hobit di Flores (Nusa Tenggara Timur) yang diberi nama Homo floresiensis. Para ahli menyatakan bahwa Homo floresiensis merupakan anggota keluarga Homini yang bertubuh kecil disebabkan karena pengaruh lingkungan seperti kekurangan makanan dan sedikitnya pemangsa.. penemuan fosil tersebut merupakan bukti terbaru yang menunjukkan adanya evolusi.
Evolusi berarti proses kompleks pewarisan sifat organism yang berubah dari generasi ke genersi dalam kurun waktu jutaan tahun. Dalam konteks biologi modern, evolusi berarti perubahan frekuensi gen dalam suatu populasi. Akumulasi perubahan gen ini menyebabkan terjadinya perubahan pada makhluk hidup. Evolusi berusaha memahami faktor-faktor yang mendorong terbentuknya berbagai makhluk hidup yang ada di dunia saat ini, mempelajari bagaimana berbagai spesies tumbuhan dan hewan dapat memunculkan spesies baru seiring dengan berjalannya waktu, dan bagaimana spesies-spesies yang berbeda dapat memilki kekerabatan.
Evolusi dapat bersifat progresif dan regresif. Evolusi progresif merupakan proses evolusi yang menuju pada kemungkinan dapat bertahan hidupnya suatu organism (survive). Menurut evolusi progresif, evolusi dapat terjadi melalui dua cara, yaitu:
1. Evolusi Divergen (bercabang)
Evolusi divergen adalah evolusi yang terjadi karena adanya satu jenis makhluk hidup (spesies) yang dapat menghasilkan dua atau lebih spesies baru. Jika spesies baru yang dihasilkan lebih dari dua, maka disebut radiasi adaptif. Hal inilah yang diduga menyebabkan keanekaragaman makhluk hidup yang ada di bumi. Contoh darei evolusi divergen adalah adanya variasi bentuk paruh pada burung finch di kepulauan Galapagos. Burung finch ini diperkirakan berasal dari satu spesies finch di Amerika Selatan. Finch-finch ini kemudian terisolasi di kepulauan Galapagos. Karena burung-burung tersebut memiliki perbedaan jenis makanan, maka paruh burung-burung tersebut beradaptasi, dan dihasilkan 14 spesies burung finch.
2. Evolusi Konvergen
Evolusi konvergen adalah evolusi yang terjadi karean adanya dua makhluk hidup atau lebih dari asal-usul yang berbeda dan memiliki hubungan kekerabatan yang jauh,. Tetapi memiliki organ tubuh yang funsinya serupa (mirip) karena berada pada habitat yang sama. Contohnya adalah hiu dan lumba-lumba yang mengembangkan organ-organ analog tertentu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan hidupnya.
Evolusi regresif adalah proses evolusi yang menuju pada kemungkinan untuk menjadi punah. Contohnya adalah pada dinosaurus yang kini hanya dapat kita kenal melalui catatan fosil.